LEARNING

Orang Tua Kepada Anaknya

Agustus 31, 2014


Dulu, waktu aku masih kecil, waktu aku belum sadar besar cinta kedua orang tuaku, aku sering sedih bila berkunjung ke kerabat di desa yang sudah sepuh dan tinggal sendirian di rumah yang tua. "Mbah", begitulah aku menyapa mereka. Jalannya grumah grumuh, sudah sering lupa juga. Menurut Bapak, anak-anak mereka ada jauh di luar kota.

"Waw.. anaknya pasti kaya-kaya", pikirku. Kemudian, aku mengedarkan pendanganku ke sekeliling rumah Mbah dan yang kurasakan hanya miris. "Irikah Mbah pada anak-anaknya yang sudah kaya? Apakah ia marah pada mereka karena jarang berkunjung? Geramkah ia bila tak disantuni setiap bulan?"

Ya, itu pikiranku dulu. Bila kulihat lagi, diriku ini miskin pencerahan.

Kini, saat aku sudah agak besar, sudah mengicipi asam manis kehidupan, sudah mulai menyadari betapa besarnya cinta orang tuaku, aku kembali mengunjungi Mbah. Diriku tersentak dalam diam ketika obrolan-obrolan ringan mengudara. Mbah bercerita macam-macam, terutama tentang anak-anaknya di kota, yang sudah makmur, sudah punya cucu yang lucu, yang sayang pula pada Mbah, yang sering membawakannya beras, daging, dan sembako lainnya.

Orang tua, tak pernah iri pada anaknya, tak akan pernah. Orang tua akan lebih bahagia bila anaknya hidup lebih makmur walau hanya sedikit. Orang tua...

Kupandangi kedua orang tuaku. Kembali aku tertohok. Bagaimana aku, seorang anak kepada orang tua(ku)?


Tohokan di awal Syawal

ART

Mahasiswa

Agustus 20, 2014

oleh: Hanifah Sausan N

kungkungan tembok
energen dan air yang seharusnya panas
buku-buku yang berserak di segala penjuru

hambar
ngambang
sang pelahir tak lagi mengkoordinir
lalu sedikit sesal

tak apa!
tersenyum!

lalu berangkat ke peraduan
bertemu kawan
dan terinspirasi

hati berkobar
dan otak serta raga tak henti-hentinya bekerja
menjadi penjahat dari para penjahat


istilah penjahat dari para penjahat diambil dari blog "Gendon Racun"

ETCETERA

PENTINGNYA PPSMB

Agustus 11, 2014


Halo teman-teman, apa kabar? Maaf lama tidak nongol :D 

Kali ini saya akan menjelaskan beberapa hal mengenai pentingnya P.P.S.M.B.!

Eh, PPSMB? Apa itu? Baru denger ih~

PPSMB adalah singkatan dari Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru. Gak tau juga? Alah, ospek, ospek... -___-  (Penulis tidak sante, padahal kemarin waktu pertama kali denger juga plolor). Tapi istilah ini hanya dipakai di UGM.

Kalau waktu SMP dan SMA namanya MOS, kalau pas kuliah, terutama di UGM, namanya PPSMB. Sesuai jenjangnya, tingkat kesulitan MOS semakin tinggi, apalagi PPSMB.

Ih, PPSMB wajib g sih kaaaak?

Wajib dong! Di UGM, PPSMB dijadikan syarat kelulusan.

Ih, gak mau ah, apa kerennya coba? Kan nanti kita cuma dibentak-bentak gitu, ih gak mau ah, sereeeem~

Eh, tidak boleh begitu sayangkuuuu u,u
Keberadaan PPSMB atau Ospek sangatlah penting. Kalau kata kakak tingkat, ini merupakan sesi pemanasan atau adaptasi dari dunia SMA ke dunia perkulihan yang jauh lebih sibuk dan melelahkan.

Selain hal tersebut, selama PPSMB atau Ospek kamu akan dibekali berbagai macam hal, seperti ilmu-ilmu mengenai univmu, kampusmu, tempat-tempat penting di sekitarnya, dan masih banyak lagi. Kamu nanti juga akan dibekali ilmu-ilmu soft skill (ranah kepribadian) supaya menjadi mahasiswa yang berkualitas, bermartabat, manusiawi, dan terampil!

-_-b

Lewat PPSMB, kamu nanti juga bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru! :D Siapa tahu nanti kamu dapat bribikan #eh :p
Pokoknya, semua hal tentang perkuliahan dibeberin di sini deh!
Untuk itu, PPSMB itu SANGAT PENTING, untuk diakan apalagi diikuti! :)

Keren sih kak..... tapi masih takuuut~ :333333

Takut apa sih dek? Kakaknya gak brakot kok.
PPSMB itu keren, dan g ada unsur penganiayaan. Santai ajaa~ :)
Memang sih, keras, tapi itu semua untuk kebaikan kita juga. Biar waktu kuliah enggak letoy :p
Kalau ada kakak-kakak yang bentak ya santai aja. Kalau mau nangis juga gpp :D (kayak dulu waktu penulis MOS SMA)

Yang pasti, kamu akan mendapatkan banyak pengetahuan, ilmu, teman-teman, kenalan, dan tentunya, pengalaman yang gak akan terlupakan :)

LEARNING

Hakikat Bersyukur

Juli 31, 2014

Bersyukur tak sekadar mengucap "Alhamdulillah". Itu namanya lamis.
Bersyukur harus diikuti rasa ikhlas atas semua yang telah ada.
Meski jauh dari apa yang diharapkan, kalau mau bersyukur, ya harus ikhlas.

Kalau masih iri sana sini, berarti belum ikhlas. Mungkin belum sepenuhnya bersyukur.

Namun, apa daya. Kita semua cuma manusia.
Tidak bisa sepenuhnya pisah dengan yang namanya iri.
Padahal itu juga bikin dosa.

Maka, tak ada yang bisa dilakukan manusia selain berusaha.
Menghindarkan diri dari sifat-sifat tak terpuji.
Minta ampun.

Lalu mungkin kita bisa melihat ke bawah.
Kemudian menyadari bahwa hidup kita jauh lebih beruntung dari orang lain.

Lalu kita akan malu.
Dan mungkin setelah itu kita bisa sepenuhnya bersyukur.

Tapi mungkin itu kelamaan.
Kalau bisa langsung ikhlas, lebih baik lagi.
Semua ada di hati mati manusia, tinggal pilih sendiri.
Mau muter-muter.
Atau dengan mudahnya menyadari, bahwa nikmat Allah jauh lebih besar dari yang kira.

Baik, buruk. Semua diberi Allah. 
Dan yang buruk menurut kita, belum tentu buruk bagi kita. Semua ditentukan Allah.

Aku memilih untuk menikmati.




Magelang, Juli 2014
Petang hari, saat mau bikin susu

FICTION

[CERMIN] Tragedi Tes Hari Pertama

Juli 05, 2014

Teman, kupersembahkan sebuah CERMIN (cerita mini) buatanku untuk kompetisi CERMIN mingguan @bentangpustaka. Peraturannya: max 200 kata dan tidak boleh mengandung kata yang menjadi tema mingguan. It's my first try. Sayang, CERMINku gagal menang, hehehe :D Jangan lupa komen ya ^^ Enjoy!

__________

CERMIN MINGGU KEEMPAT MEI 2014
Tema besar Mei 2014 : PENDIDIKAN
Tema mingguan : UJIAN NASIONAL
Judul : Tragedi Tes Hari Pertama
Penulis : Hanifah Sausan N (@Oepieck)


Tragedi tes hari pertama dimulai ketika selembar kertas yang aneh mendarat di mejaku.

Astaughfirullahal’adzim!

Segera kubalik lagi kertas itu.

Si pengawas masih mondar-mandir membagikan lembar kertas yang serupa kepada setiap anak. Kulihat sekelilingku. Teman-temanku tak kalah tercengang dari pada aku. Kami memandang satu sama lain dengan tatapan bingung.

“Tuh, kunci jawabannya sudah dibagikan. Barcode dan soal patokannya juga sudah tertera. Enak kan, tinggal salin?” si pengawas berkata dengan nada yang amat santai. Ya Allah, apa ini??

“Maksud Bapak,” ujar Mila yang duduk paling depan, “kami diminta berbuat curang?”

“Lho, kok curang? Ini namanya strategi. Strategi jitu! Biar kalian semua bisa lulus! Kalian tinggal duduk manis, terus nyalin. Gampang, kan?”

Kami semua terdiam. Pengawas yang satu lagi terlihat tak peduli. Ya Allah, apa iniiiii??

Tiba-tiba terdengar suara dari belakang dan Ajik berjalan melewatiku, membawa lembar kunci itu. Senyumku mengembang dan aku turut bangkit, begitu juga teman-teman yang lain, tentunya membawa lembar kunci. Kami semua menaruhnya―separuh membanting―tepat di depan pengawas.

“Lho? Ini pada gak butuh?” ujar si pengawas. Lalu diam.

“Di kasih gampang kok gak mau. Ya sudah!”

Melihat wajah kecut si pengawas, kuacungkan jempolku ke Ajik yang dibalasnya dengan cengiran.

Kudengar si pengawas mulai menggerutu. Terserah apa katamu lah, Pak.

------

K-POP

WINNER's Kim Jinwoo : A HUGE Transformation

Juni 20, 2014

Hi everyone! :)

Sebelumnya aku mau minta maaf nih. Sudah lama gak update blog, begitu update aku justru posting sesuatu yang gak ada hubungannya sama kehidupanku seperti ini. Hehe, maaf ya :) Anggap saja ini selingan, atau penghilang kangen (emang ada yang kangeeen? :p). Kisah-kisah saya dipending dulu ya. Nanti saya pasti cerita saat semuanya sudah jelas :)

OK! So, today I'm going to talk about this guy, Kim Jinwoo.


If you're a K-poper or even a YG-lover you must have known this guy. The world knew him for the first time through the reality-survival program, WIN, which aimed to choose the next boy group to be debuted under YG Entertainment. There were two team that competed in the program, and Kim Jinwoo is the member of Team-A, which now has became WINNER (yeah, they won the competition).

Team A for the Final Battle photoshoot

During the program, Kim JInwoo made quite a lot of mistakes, so he often get scolded by Yang Hyun Suk (YG's CEO) and of course it gave burdens to his fellow members. He did worked hard, but he tend to loose confidence on stage. I felt sorry for him, but also could not help to consider him as the group's black hole. 


Even so, I still support him cause I know he has potency, and it shows during the few last episode of WIN where he pulled out all of his best even though he was still nervous.


After winning the competition, WINNER appeared in their first own reality show, WINNER TV, where they showed their cheerful personality. From my point of view, Kim Jinwoo appeared to be very childish despite his position in the group as the oldest. He also seemed to be lacking the most in many ways compared to the other members. But then, after a few episodes, it showed that he is the most lovable person in the group because of his pure and considerate personality. He is still a childish person, but in a positive way.


Now, after a lot of months have passed, WINNER is going to make their official debut, and YG has released these teaser photos which portray the natural side of the members.


And who is this guy?


I was surprised to realize that he is that Worrywart Kim Jinwoo.


He is transforming into a completely different person.


He's so beautiful, and so confident. I wonder where he got the courage.

I do not upload other member's but if you take a look at them, you'll find that Jinwoo's is the best. I'm not talking about lighting or any photography technique. It's about charm, and Jinwoo has it. It was hiding inside him and now it is coming out just like a birth of a butterfly.


He looks like a fallen angel.

.

Well, guys, this my opinion, you may not agree with me. But I know that I'm right.

I'm looking forward for WINNER's debut, and I do wish that this significant visual progress of Kim Jinwoo is also followed by his skill progress.

Good Luck WINNER, and Jinwoo :)

ABOUT MY SELF

Turning 18

Mei 18, 2014

It's actually in the last 2 May when I'm fully 18. Di hari itu, aku terlalu sibuk menerima dan membalas ucapan-ucapan dari teman dan kerabat. Kini, setelah dua minggu lebih berlalu, beru terasa sensasinya.

Sensasi?
Maksudnya adalah perasaan bahwa aku ini sudah 18 tahun, waktu yang sesungguhnya cukup lama bagi seorang manusia untuk hidup. Namun, sering kita tidak menyadari hal itu. Kita hidup hanya sekedar hidup.

Beberapa minggu di rumah, aku menyadari aku punya orang tua yang sangat baik dan seorang adik yang masih harus banyak dibimbing. Kenyataan bahwa aku sudah 18 tahun dan akan segera meninggalkan rumah untuk kuliah membuatku cukup sedih. Belum banyak yang sudah kulakukan untuk mereka. Semoga ini menjadi dorongan bagiku untuk lebih menghargai setiap waktu yang kumiliki dengan mereka.

Bicara soal kado, aku tidak menerima kado apa pun yang berbentuk 3D, even from my parents. We've never make a birthday as something that is so special, because IT IS not so special. It's just you, whose age is one year older. Allah had never told us to to celebrate it though.

Di hari Jumat itu, aku diajak muter-muter oleh kedua orang tuaku, mulai dari kondangan khitanan di Windusari, sampai silaturahmi ke tempat pakde-pakde di Temanggung. Fyuh, IT IS exhausting, but in that day, I met a lot of people, and they all prayed for my UN, ITB entrance, and my other successes in the future. At the way home, I felt grateful. It's the best present ever.

Thanks Allah :)

PERSONAL LIFE

Menjajah Madura: Jalan-Jalan di Pulau Seribu Masjid #2

Mei 15, 2014

Hai teman, kita ketemu lagi. Maaf ya, updatenya lama :D
Setelah keluar dari Suramadu (#1), akhirnya kami sampai di Madura. Yeay! Finally xD

Waktu itu kami disambut sebuah jalan panjang dengan hutan di kedua sisi. Penerangan kami dapat dari lampu jalan berwarna putih yang berjajar rapi di sepanjang jalan. Waktu itu cuaca berkabut dan ketika lewat jalan itu, rasanya seperti sedang masuk ke sebuah lorong yang panjaaang sekali. Aku gak yakin kamu paham atau tidak dengan deskripsiku. Hal-hal seperti ini memang harus dialami sendiri. Go and see by yourself! :)

Sebelum melanjutkan perjalanan, kami singgah dulu di sebuah masjid untuk melaksanakan salat subuh. Perlu kamu ketahui, masjid-masjid di Madura akan membuatmu takjub. Ukurannya besar dan desainnya cantik, dan jumlahnya... beuh! banyak banget, dan itu udah kayak dimana-mana ada masjid, bahkan di kampung-kampungnya. Kamu gak akan pernah kesusahan cari tempat salat kalau ke Madura :)


Mustaka salah satu masjid di Madura,
yang besar dari sekian banyak yang besar
April, 2014 by Hanifah Sausan

Hal lain yang menarik dari Madura adalah papan-papan bertuliskan Asmaul Khusna dan nasihat-nasihat Islami yang dipasang di sepanjang jalan. Gak ada pilihan lain buatmu selain untuk ingat Allah begitu kamu masuk Madura. Tak heran, orang-orang Madura pada rajin naik haji.

Hari mulai terang dan kami kembali disambut panorama alam yang woooow. Matahari terbit dengan warna kemerahan dan ukuran yang besar. Rasanya mirip dengan bulan purnama semalam. Tanah Madura yang banyak ditutupi sawah dan sabana-sabana mini menyerbakkan aroma segar yang tak ayal membuat kita ingin membuka jendela mobil, memejamkan mata dan merasakan angin yang berembus sambil tersenyum ^^

Mulai bergerak ke pesisir, giliran pemandangan laut yang memanjakan mata. Laut Madura gak kalah keren dari laut-laut Bali. Keindahannya tetap memukau :D

Pesisir Madura
April, 2014 by Hanifah Sausan
Semacam tempat untuk menangkap ikan
April, 2014 by Hanifah Sausan

Selain pemandangan laut, aku juga lihat pemandangan darat yang 'sosial' banget: pasar. Yup, market. Traditional market, especially. Pasar-pasar di Madura rame, sampai tumpah-tumpah ke jalan raya. Kata bulekku, orang-orang Madura pada rajin jual hasil bumi mereka ke pasar. Hasilnya? Tentu saja ditabung buat naik haji X)

Sesungguhnya aku agak kaget melihat pasar dan juga kapal-kapal yang ditambatin para nelayan di pesisir. I mean, they sail and sell. Jadi mereka gak cuma bikin sate aja


Eh, ini hadiah dari main-main di Google, perahu kacik khas madura yang cantik:

Madura, boat, 1988 by Elios Amati

When will I arrive in my uncle's place? Tunggu 'Menjajah Madura: Jalan-Jalan di Pulau Seribu Masjid' selanjutnyaaa~ :D

PERSONAL LIFE

Menjajah Madura: Jalan-Jalan di Pulau Seribu Masjid #1

Mei 02, 2014

Kamis, 17 April 2014 lalu, aku jalan-jalan ke Madura! Hahaha! :D

Tujuanku ke pulau ini sebenarnya untuk menemani bibiku, Bulik Is menjenguk putrinya, Novem yang dititipkan ke pamanku, Paklik Taqin yang tinggal di Pamekasan. Awalnya aku gak terlalu ingin ikut lantaran 17 April itu kan tepat sehari setelah UN selesai. Selain itu, adikku sedang sakit. Dia nangis waktu aku bilang mau kutinggal -__- Namun, setelah dibujuk-bujuk, akhirnya dia mengizinkan aku pergi dengan syarat upeti berupa dua mangkok bakso -,-

Keberangkatanku ke Madura malam itu bisa dibilang kurang mengenakkan. Perutku rasanya gak enak banget, mual gitu #ugh Hal itu ditambah Si Uda, suaminya Bulik Is yang nyetirnya super banget. Sepanjang perjalanan aku cuma bisa diam di tempat duduk -_-

Alhamdulillah, Allah mengirimkan sebuah pemandangan yang indah sekali. Sejak dari Jogja, bulan purnama yang terlihat sangat besar dengan setia menggantung di langit sembari memancarkan cahaya terangnya yang kuning keemasan. Subhanallah banget :)

Selain itu, hal yang paling menarik selama keberangkatanku adalah waktu aku sampai di Surabaya esok dini harinya. Benar-benar terasa kalau Surabaya itu kota metropolitan. Jam menunjukkan pukul empat pagi, tapi suasana jalan udah cukup rame. Orang yang sekedar jalan-jalan juga banyak. Yang paling WOW itu lighting kota ini. Kereeen xD Sayang, penunjuk jalan di kota ini itu parah banget (untuk kami yang merupakan pendatang). Kami bingung gimana caranya ke Suramadu karena sejak masuk Surabaya gak ada penunjuk jalan ke sana. Kami pun harus tanya sama orang di jalan.  Akhirnya, kami menemukan penunjuk arah ke Suramadu untuk pertama kali, dan tahukah kamu dimana itu? Tepat 500 sebelum pintu masuk ke tol Suramadu. Kemana ajaaaa? -,-

Yah, lupakan itu. Sekarang waktunya masuk ke Suramadu ^^
Waktu itu kami pakai Avanza, dan tarifnya Rp30.000,00. Karena hari masih gelap, struktur konstruksi Suramadu kurang terlihat. Laut di samping kanan dan kiri kami juga gak kelihatan T^T. Tapi tak apa. Lampu-lampu di sepanjang jalan tol Suramadu sukses bikin seisi mobil ber-WOW ria ^^

Ini, ada foto waktu masuk Suramadu, tapi pasti jelek banget:

 

Ya kan jelek. (Inilah mengapa aku sangat ingin DSLR -,-)
Tapi semoga ini mewakili suasana waktu itu :)

Setelah melewati Suramadu (yang ternyata cuma butuh enam menit), akhirnya kami masuk ke Madura! Yeah! XD

Wanna know what happen next? Tunggu edisi "Menjajah Madura" selanjutnya! ^^

LEARNING

After UN: I'm Still Alive

April 18, 2014

Ujian sekolah sudah selesaiiiiii! U-Yeah! X)))

Mungkin kalian sudah dengar tentang soal UN tahun ini yang tingkat kesulitannya lebih tinggi dari pada tahun-tahun sebelumnya. Aku sebagai peserta UN mengakui hal tersebut. 

 UN 2014 Sulit : Confirmed! 

Sebenarnya, jauh sebelum UN kami sudah dengar tentang soal UN 2014 yang akan disisipi soal-soal bersifat prediktif alias tipe-tipe soal SBMPTN lantaran nilai UN akan digunakan dalam penilaian kelulusan SNMPTN. Namun, entah kami yang lupa atau berniat melupakan, kami cuma belajar materi-materi UN tahun lalu dan soal-soal prediksi yang mengacu pada soal UN tahun lalu.

Walhasil, Selasa lalu saat mengerjakan soal matematika:    O.O  

para pembuat soal

Soal kimia dan fisika juga mengalami peningkatan kesulitan terutama di soal-soal teori. Padahal, soal teori di UN kali ini jumlahnya cukup banyak. -_____-

Yang menarik adalah meskipun awalnya kukira aku akan panik dengan semua ini, ternyata setelah dijalani rasanya biasa saja. Sempat sih, takut kalau banyak salah dalam mengerjakan, tapi ya sudahlah, lupakan saja. Toh, aku sudah berusaha semampuku. Biar nanti Allah yang menentukan apakah aku pantas atau tidak.


Salah satu vitaminku dalam menjalani UN, selain orang tua, adik, kerabat, dan mimpi-mimpiku adalah sebuah pesan ampuh dari Pak Dul, tukang ojek langganan keluargaku. Ini dia pesan yang beliau kirim hari Minggu lalu:

Sya hanya bisa berdoa dari jauh, agar kamu bisa mengerjakan un.besok spai hri rabo.kamu jangan kecil hati besarkan hatimu agar tercapai cita2 mu.semga rahmad dan hidayah dari allah di limpahkan untuk kamu.hanya itu pesanku dari p.dul.trimakasih.


Semoga Allah senantiasa menjaganya dan melimpahkan banyak berkah bagi keluarganya. Amin.

Bye bye UN! :D

LEARNING

H-1 Ujian Nasional

April 13, 2014

You know what, after all the things I've been through, all I can say is: "Time goes so fast!"

Salah satu foto XII IPA 3 untuk buku alumni Smansa63.

Aku masih ingat saat pertama kali countdown UN bersama IPA 3. Waktu itu masih H-93. Tanpa terasa besok sudah mau UN! #aaaaaaaa

No, no.. I can not be panicked. Again..

Yeah, malam Jum'at lalu aku merasa sangat galau dan risau gara-gara memikirkan yang enggak-enggak tentang UN. Aku takut blank dan semua jadi kacau. Believe me, perasaan itu sungguh sangat menjengkelkan. It was like you know that you'll be okay but you can't help to think of those negative thoughts. So frustrating.

Esoknya, SMANSA mengadakan doa bersama. Usai acara, kita semua maaf-maafan di aula dan perasaan itu meledak begitu saja. Rasa galau semalam bercampur dengan rasa haru karena sebentar lagi akan berpisah dengan teman-teman sukses membuatku nangis sesenggukan. Sempat sih, merasa alay, tapi setelah itu hatiku jadi PLONG!

Alhamdulillah sekali, aku bisa terlepas dari belenggu galau itu.

Tip untuk kalian supaya tidak panik: "Ingatlah selalu Tuhanmu."

Wish me luck guys!
Semangat untuk kita semua! :DDD

LEARNING

Pemilu 2014: Transformasi Kepemimpinan Indonesia

April 07, 2014


Rabu, 9 April 2014 nanti seluruh masyarakat Indonesia yang telah memiliki hak pilih akan mengikuti pemilu legislatif untuk memilih wakil rakyat di DPR dan DPD. Pelaksanaan tinggal dua hari lagi, tapi saya yakin masyik banyak orang yang belum tahu mau milih siapa.

Bisa dibilang, sulit untuk "kenal" dengan caleg-caleg kita ini. Pihak KPU hanya menyediakan biodata dasar, sedangkan mencari rekam jejak mereka sangatlah sulit, bahkan di internet sekalipun. Alhasil, kita cuma bisa mengandalkan informasi dari orang-orang sekitar, itu pun kalau mereka juga paham.

Tidak heran, banyak dari kita yang golput. Selain karena alasan di atas, mungkin juga karena kita sudah eneg melihat politikus Indonesia yang lebih banyak ngawurnya dari pada benarnya. Media masa dan media sosial dijadikan ajang promosi besar-besaran, yang jujur saja kurang bisa menarik simpati masyarakat, sedangkan di daerah, kampanye dilakukan dengan cara yang kurang santun dan kurang beradab seperti pawai dengan kendaraan bermotor yang 100% POLUTION dan pastinya membuat masyarakat dongkol setengah mati (cek post di blog Anin).

Namun teman, seburuk apa pun situasi politik Indonesia, kita harus nyoblos karena sebanyak apa pun politikus yang bobrok, masih ada politikus yang baik. Memang, sangat sulit untuk menemukan orang-orang ini, tapi asal kita objektif, jeli, dan menggunakan hati, kita pasti bisa menemukan mereka. Jangan golput karena suara kita sangat menentukan masa depan negeri kita tercinta.

Ayo! Masih belum terlambat untuk memutuskan. Untuk kamu yang masih bingung (tentang caleg maupun pemilu itu sendiri), berikut beberapa website yang mungkin bisa membantu kamu:
 Semangat teman, untuk Indonesia kita :)

MOVIE

[Trailer] 3600 Detik

Maret 25, 2014


"3600 Detik" adalah sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel karya Charon dengan judul yang sama. Novelnya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada Mei 2008 sebagai novel teen-lit dan telah menjadi novel best seller.


 Aku adalah salah satu orang yang sudah pernah baca novelnya, dan seingatku, aku cukup terkesan dengan apa yang disajikan oleh Charon, si penulis. Namun, karena sudah lama sekali, jujur, aku gak terlalu ingat jalan ceritanya, hehe :D

Tapi gak papa deh. Nanti malah aku jadi spoiler ke kalian XD

Film yang dibintangi oleh Stefan William, Shae, dan Wulan Guritno ini diproduksi oleh Starvision dan disutradarai oleh Nayato Fio Nuala. Untuk kalian yang ingin nonton Mas Stefan (XD), atau seperti aku yang penasaran dengan hasil adaptasi novelnya, film ini akan diputar di bioskop mulai 3 April 2014 :)

Maju terus perfilman Indonesia! :D

PERSONAL LIFE

Dea's Birthday

Maret 17, 2014

Lima hari yang lalu, tepatnya tanggal 12 Maret 2014, Rachma Adelia, teman sekelasku, berulang tahun yang ke-17! Yeeee!! :DDD

Ya, dia memang sangat muda untuk ukuran SMA kelas 3. Itu karena semasa SMP dia ikut kelas akselerasi. Katanya, dia bahagia banget sudah mencapai usia 17 tahun. Dia ingin buru-buru bikin KTP dan bikin SIM. Ya ya, good for you, De :)

Berkat ulang tahun Dea ini, semua anak IPA 3 ditraktir mancing dan makan di pemancingan milik ortu Dea. Sayangnya, tidak semua bisa hadir karena ada keperluan pribadi. But still, we have a lot of fun :DDD

Rumah merangkap pemancingan ortunya Dea ini lokasinya di Mungkid. Tempatnya cukup luas dan asyik. Pemancingan ini gak komersil, tapi justru itu yang membuat pelanggan terus berdatangan.

Sesampainya di sana, yang cowok" pastinya langsung pada mancing, yang cewek" pada duduk" sambil ketawa-ketiwi ngetawain yang cowok XD.
  Ternyata anak" IPA 3 pada pinter mancing loh. 

Sihu with his Lele
Johne with his Lele
Ghani with his Baby Lobster
Melihat itu, aku jadi pingin. Akhirnya aku mencoba buat mancing untuk pertama kalinya, dan ternyata memang tidak segampang kelihatannya. Kita harus sabar nungguin ikan terpancing umpan kita. Setelah berkali-kali pindah tempat, akhirnya aku dapat satu! XDD

Me with my Lele

Akan tetapi, saya mematahkan pancingannya Dea.....


Tapi kata Dea, "Halah, rapapa. Biar jadi kenangan to fik? :D"

Ah, Dea.. Gue suka gaya loh! XD

Setelah asyik mancing, gadis-gadis IPA 3 mulai sibuk ke dapur buat masak lele (baca: nonton karyawannya). Lelenya diungkep bumbu, lalu digoreng. Kemudian, dibakar dengan bumbu manis. Setelah itu, dimakan! Hahaha XD

Sayangnya, hari itu saya lagi puasa... I looked quite miserable that day #sigh
But then, Dea packed me a portion to be taken home (and it's very delicious ^^)
Muuchuw, De :D

Sebelum pulang, kita semua foto-foto di sekitar kolam benih. (Dea pakai celana training biru)


 
 
 

Diam-diam kita sekongkol mau ngerjain Dea. Sembari berfoto ria, kita pepet-pepet tuh Dea. Lalu, saat peluang datang... 


Hahaha XDDDD

Dea cukup dongkol dan langsung mencipratkan air begitu sadar kalau dia dijorokkin. Kita semua langsung lari. Dea semakin dongkol dan ngejar Sihu sambil bawa balok kayu buat dilemparin XD
Tapi gak kena-kena XDD

Dea.. Dea.. Do you know that you're so funny? XDDD

Happy birthday, ya! ^^
Aku berharap semua yang terbaik untukmu.
Love you~ :DDD

ART

Over Her Head: The Exotism of a Calm Girl

Maret 16, 2014

 H-29 UN 
So, this is what I'd promised a week ago :D

Ketika tahu bahwa tugas akhir mapel seni rupa Smansa adalah melukis, aku langsung seneng banget. Rasanya exited pas lihat kakak kelas nenteng-nenteng kanvas, terus mencium bau cat minyak yang khas. Aku kemudian berandai-andai tentang apa yang akan kulukis nanti. Namun, hingga dua tahun lebih berlalu, aku tak juga menemukan sesuatu yang menarik. Bahkan, hingga hari H, saat proyek tugas akhir ini dimulai.

Sebagai orang yang suka seni dan pernah melukis seenggaknya sekali, aku pingin banget bikin lukisan yang artistik dan menunjukkan ekspresi diriku. Tantangan pribadi ini ditambah dengan kehadiran orang-orang di kelasku yang benar-benar dianugerahi tangan artist seperti Amyda dan Ghani, membuatku menjadi semakin terdorong untuk membuat lukisan yang bagus. 

Namun, ya itu, aku cuma gak tahu harus melukis apa. Selama pelajaran aku mondar mandir ke sana ke mari sambil minder karena yang lain udah ada yang mulai gambar. Arrgh! So frustating!

Hingga akhirnya, inspirasi itu datang sekitar lima belas menit sebelum pelajaran usai. Langsung deh,  kubuat konsepnya dan langsung kugambar di atas kanvas. Uyeah! XD Finally!

Hari-hari selanjutnya kuisi dengan melukis dan melukis. Moodku sempat naik turun, terutama waktu pertama kali dilukis. Hasilnya ancur banget. Akan tetapi, moodku balik lagi waktu aku mengulang kenangan masa SMP, yaitu melukis bersama di sekolah. Yups, sepulang sekolah, IPA 3 rame-rame gelongsotan di lantai kelas terus pada ngelukis lukisan masing-masing XD 
Asyik banget. Banyak hal lucu terjadi selama proses ini.

Setelah beberapa hari berlalu, akhirnya, lukisan ini selesai. Tepatnya pada Kamis, 21 November 2013. (It was so fast, I thought it was going to be about a week)



Over Her Head: The Exotism of a Calm Girl
Oil on Canvas
12" x 16"

Aku cukup surprised dengan hasilnya. Jujur, lukisan ini aku banget (which means: I love it!), tapi aku gak pernah tahu sebelumnya kalau style-ku itu seperti ini. Hehe.. :D
Since I don't know what kind of genre it belongs to, if you know, please tell me :)

Yang lucu adalah, teman-temenku banyak yang gak tahu kalau itu gambar kepala seorang gadis. Mereka kira itu pot atau semacam vas bunga --________--

Atau mungkin Anda juga sempat berpikiran seperti itu? 

--,--


Haha, no I'm just kidding XD

Once again, I experienced the joy of painting. For you who haven't tried, TRY! :DDD

Instagram

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images