DIY

Ecobrick dan Sampah-Sampah di Masa Depan

Oktober 08, 2017


An Ecobrick is a plastic bottle packed solid with non-biological waste to make a re-useable building block.  Best of all, you don’t need any fancy machines, special skills, engineers or even politicians to get started. - Ecobricks.org


PERTEMUAN-PERTEMUAN SAYA DENGAN ECOBRICK



Aku motret ini sekitar dua tahun yang lalu di Jalan Malioboro sebagai sebuah instalasi seni. Waktu itu aku blas g ngerti maksud instalasi ini, tidak sepenuhnya sadar juga kalau yang di dalam itu adalah sampah plastik.

Pertemuan keduaku dengan ecobrick adalah sekitar satu setengah tahun lalu, dengan sebuah keluarga modern di sebuah desa gerabah di Bantul yang mengajarkan masyarakat menanggulangi sampah plastik dengan memasukkan dan menekan sampah tersebut dalam botol air mineral bekas.

Pertemuan ketiga terjadi di FKY 2017. Di salah satu stand, ditampilkan sebuah instalasi ecobrick dalam bentuk modul-modul segienam yang dapat disusun menjadi sebuah panggung. Satu modul terdiri dari 12 botol ecobrick yang disusun terbalik 180 derajat dan direkatkan menggunakan sealant. Satu modul sendiri dapat digunakan sebagai sebuah stool (dingklik sob, dingklik).

Pertemuan terakhir terjadi beberapa hari yang lalu di sosial media, ketika saya sudah mulai mencoba zerowaste lifestyle.

Pertemuan pertama dan ketiga terasa sangat inspirasional. Gimana g kreatif? Itu sampah yang bertebaran di mana-mana, jadi mampat dan bisa jadi dingklik. "Akhirnya, kita menemukan cara menanggulangi sampah guys!"

Di pertemuan keempat, pendapatku berubah: "Lantas, kalau sudah begitu, berarti bisa konsumsi plastik sepuasnya?"


WHAT AN ECOBRICK CAN DO

Pernyataan ku sebelumnya terdengar sangat sinis dan skeptis terhadap ecobrick ya? wkwk
G kok, enggak :) Setelah ditelusur lebih jauh, aku sendiri merasa ecobrick itu keren.

PHYSICALY, dia bisa dibuat menjadi:

1. Stool, Panggung, Any Horizontal Surface

ecobricks.org

ecobricks.org

Ternyata ini namanya Misltein Modules (Modul Milstein), persis seperti yang aku temui di FKY. Satu modul=12-16 botol disusun segienam. Kalau mau bikin permukaan yang lebih besar tinggal dijejer-jejerin modulnya.

2. Vertical Structure

ecobricks.org

ecobricks.org

Kalau yang ini namanya Maier-Dielman Modules.Satu modul total 16 botol, dengan dua botol di tengah posisinya terbalik, fungsinya buat mengunci sambungan dengan modul lainnya.

3. Bahan bangunan

ecobricks.org

ecobricks.org

ecobricks.org

kalau yang ini macem-macem caranya. Intinya dia dikombinasikan dengan bahan bangunan lain, kayak lumpur atau beton.

Ada beberapa cara lain, sob. Bisa cek sendiri di: http://www.ecobricks.org/build/


Nah, yang paling penting,
ENVIRONMENTALLY, dia bisa:

1. Mengikat racun plastik dari udara bebas
Iya, sampah itu beracun guys. Partikelnya lepas ke udara, ke tanah, ke air, mencemari hal-hal yang kita konsumsi setiap hari. Baru ngeh? Sama.
Nah, kalau dibotolin, plastik-plastik ini kan ga jadi sentuhan sama udara. So, aman :)
Lebih lanjut soal racunnya plastik bisa dilihat di sini.

2. Mencegah plastik didaur ulang secara industrial.
You know, kalau plastik didaur ulang di pabrik itu butuh energi dan emisi polusi yang tinggi juga. lagi pula, mostly sampah-sampah tersebut turun derajat setelah didaur ulang. So, dibanding dibuat ecobrick, menyerahkan sampah-sampah itu ke industri daur ulang bisa menghasilkan emisi polusi yang lebih tinggi :0

3. Meningkatkan kesadaran masyarakat
Pertama, waktu kamu mulai bikin ecobrick, kamu mulai belajar untuk bertanggung jawab sama sampahmu sendiri. Setelah kamu sadar dengan banyaknya produksi sampahmu, itu bakal mendorong kamu buat mengurangi konsumsi sampah, terutama sampah plastik. You'll know once you try :D


MITIGASI

Nah, pemahaman terhadap peran ecobricklah yang musti dilurusin.
Kalau memperhatikan poin terakhir di bahasan sebelumnya, aku rasa kalian semua yang baca udah bisa paham bahwa ecobrick bukanlah solusi jangka panjang. Ia bukan pembenaran untuk tidak mengurangi konsumsi plastik. Kita gak mungkin bisa terus-terusan menanggulangi masalah sampah tanpa merubah kebiasaan kita dalam menghasilkan sampah.

Sayangnya, dari yang aku perhatikan di sekitar, pengenalan terhadap ecobrick jarang dibarengi dengan pemahaman tersebut. Itulah mengapa aku sampai mencetuskan pemikiran skeptis itu di pertemuan ke-4, hehe.

Bagiku pribadi, ecobrick adalah upaya mitigasi, untuk menanggulangi bencana sampah yang sudah terjadi. Nah, ke depannya, manusia harus punya strategi yang lebih baik dalam menghadapi masalah sampah. Sebuah pepatah populer mengatakan, "mencegah lebih baik daripada mengobati". Nah :D
Mulai dari diri kita masing-masing yang musti lebih tanggung jawab sebelum memutuskan untuk mengonsumsi apa pun, atau membuang apa pun. Butuh alasan kuat? Bisa ke Google dulu, lihat-lihat data produksi sampah per orang, atau ke link ini.

Mengurangi konsumsi sampah udah jadi tanggung jawab umat manusia seluruh dunia kalau mau hidup tentram.
tentram karena tahu sudah berkurang pula sampah-sampah yang selama ini menggunung di tempat-tempat pembuangan akhir,
tentram karena racun yang lepas udara, ke tanah, ke makanan yang kita konsumsi juga berkurang,
dan kalau kamu percaya Tuhan, setidaknya hatimu lebih tentram jika membayangkan kelak akan dimintai pertanggungjawaban soal bumi yang telah ia amanahkan kepada kita.



Magelang, 8 Oktober 2017
Ditulis sejak beberapa hari sebelumnya, tapi tak kunjung dipost karena takut salah omong.


Daftar Pustaka: Ecobircks.org

LEARNING

Why I Barely Blogging for the Past 3 Years - New Chapter

September 05, 2017

As you can see (if u pay attention), semenjak masuk kuliah, aku sempat post beberapa kali:
Dua yang lain:
merupakan bagian dari tugas ospek :")

Ya, kelima post itu terhitung sedikit dibanding tingkat produktivitasku semasa masih sekolah.
Aku sendiri awalnya bertanya-tanya kenapa aku bisa sejarang ini blogging, sementara ide postingan meluap-luap. Selama setahun terakhir, aku menemukan dua faktor utama:

1. Ritme Kehidupan yang Cepat

Basically, memang dunia perkuliahan, khususnya jurusan arsitektur, itu menyita waktu. Kuliahnya sih biasa aja, tugasnya itu lho. Lepas deadline satu tugas, udah dihadang dealine tugas selanjutnya. Di samping itu, masih dibela-belain aktif di organisasi dan event kampus. So, kalau pertanyaanya "Sempet, g sempet?" ya rutinitas yang padat bisa jadi sebuah alasan.

Nah, urusan blogging hampir sama kayak deadline yang hadang menghadang itu. Misal nih, dari suatu kegiatan di kampus, aku sudah dapat inspirasi untuk menulis sebuah post. Nah, belum sempat aku menggodog ide itu, sudah datang lagi kegiatan lain yang g kalah asyik untuk dibahas. Akhirnya semua itu menumpuk dan menumpuk sampai akhirnya aku bingung mau mulai dari mana, dan aku terus-terusan sibuk, dan budaya bloggingku mulai lepas dari diri ini.

:(

2. 'cause i just no longer need it like i did 3 years ago

Bisa dibilang, kepribadianku setelah masuk kuliah itu berbeda jauh dibanding masa sekolah dulu, guys. Mungkin kalian g tahu itu, karena cuma lihat aku di blog. Namun, di dunia nyata, dulu aku anak yang pemalu, lingkaran pertemananku g luas, g pernah taking part sebagai panitia di event sekolah, jarang main. Sementara setiap manusia pasti butuh tempat untuk mengekspresikan diri, kan? Nah, menurutku di sinilah peran blog ini tiga tahun lalu.

Semenjak masuk kuliah, karena ditempa momen perjuangan seleksi perguruan tinggi, motivasi dan kepercayaan dalam diriku meningkat. Aku jadi lebih ramah, lebih supel (sok asyik sih sebenernya :p), aktif di perkumpulan, dll. Intinya, "aku sudah bisa mengekspresikan diriku dengan baik tanpa bantuan media lain".


Lembaran Baru


Meski begitu, kebutuhan untuk menulis itu ternyata tetap ada. Aku tetap membutuhkan media untuk mengekspresikan diriku pada level yang berbeda, bukan lagi level ababil khas anak SMP/SMA (ini namanya sok-sokan dewasa :v). Juga, aku butuh media untuk mendokumentasikan perjalanan-perjalanan yang sudah kutempuh, sekaligus untuk membaginya (dengan kamu yang mau aku kasih bagian)

Countless events, occasions, thoughts, inspiration selama tiga tahun ini akan coba aku saring dan ingat-ingat lagi yang paling berkesan untuk kutulis di sini. Now, i call it "discovery".

Ya guys, setelah 21 tahun hidup di dunia ini, aku baru menyadari makna kebiasaanku yang bisa browsing, pinterest-an, youtube-an, belanja, jalan-jalan, sampe berjam-jam, yaitu "discovery". Di balik itu adalah motivasi/hasrat untuk menemukan hal-hal yang tak terduga. Ulala, manis sekali :) (muntah dulu)

So, yes, I'm going to revive the blog. I've started it by changing my header and add the tagline, "a journey of discoveries", which now i bet you know the reason why. Terkait itu, aku akan merombak label dan mungkin menghapus beberapa post yang kunilai sangat tidak penting :" Selain itu, aku juga akan menulis hal-hal faktual yang terjadi di masa sekarang. So, ga melulu hal-hal lampau, nanti baper (oposih fi -..-)


My old header (just in case you wanna see it for the last time).

Oiya, kalau lihat post ini, abaikan saja ya. That was my first attempt to officially reviving the blog, but it failed :p Maaf, kalau kamu terPHP :")


____

Wis lah, ya. 
I'll see u in the next post,
soon :D

LITERASI

Pungguk yang Benci Merindukan Bulan

April 05, 2017


Sudikah Kau mengampuniku?

Karena terus memikirkan dia
Yang maknanya tak lebih jelas daripada maknaMu di hidupku
Yang tak punya kepastian atau jaminan terhadap hari esokku

Ampuni aku

Karena bahkan ketika setidakpasti itu
Mata ini terus mengikuti ke mana ia pergi
Kaki ini tergerak ke mana kakinya menapak bumi

dan ampuni aku

Karena lebih parah dari itu
aku membencinya yang kini berlari
dan aku membenci diriku yang tak mampu menyamai langkahnya lagi

atau membenci dia yang belok ke kanan
dan aku yang terhenti karena ingin belok ke kiri

 

Rabu, 5 April 2017
Studio Tematik, DTAP
Ketika seharusnya mengerjakan progress studio untuk presentasi esok hari

Self-Consciousness: Dalam Pencarian Jati Diri

Februari 20, 2017

Kesadaran diri, is when you start to feel numb
ketika semua terasa hambar, bahkan ketika ragamu sibuk melakukan banyak hal,
lalu kamu bertanya:

"what i am doing right now?"

at first, kamu menganggap lalu pertanyaan itu, atau kamu jawab sekenanya, 

"ya kerja lah, ya sekolah"

namun, kehambaran itu malah semakin menjadi-jadi

"tapi buat apa?"

akhirnya kamu bertanya lagi, berkali-kali

"apa sebenarnya yang aku lakukan ini?"


https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160218/sibuk-ef86952a00ed2cceab6e0c6c672dc956.jpg
cr: https://cdn.idntimes.com/content-images/
post/20160218/sibuk-ef86952a00ed2cceab6e0c6c672dc956.jpg

Tak bisa menjawab, maybe you'll start to feel worthless ("ah, tidak ada gunanya hidup inih!" *ala2 FTV)
Losing hope and maybe considering to commit suicide, haha

But if you don't give up, you'll be sure that life is precious
dan hidup tak sekadar remeh temeh, tak hanya menghabiskan waktu sembari menunggu mati lalu syukur-syukur jadi orang sukses

"Lalu, apa tujuan hidupku?"
"Mengapa aku dilahirkan?"

Then, maybe you'll asked your parents :")
or ask the internet :v


atau mungkin kamu bertanya pada sesuatu yang metafisik
yang namanya tertulis pada kitab-kitab suci
the one who people said is The Creator
"Apa yang seharusnya aku lakukan.... Ya Tuhan?"

Maybe you'll feel stupid, asking something, pada sesuatu yang bahkan g bisa kamu lihat.
Namun, bahkan kalbumu pun g bisa kamu lihat, tapi kamu berbicara menggunakannya, kamu menerima keberadaannya, which means kamu mempercayainya, dan bahkan terkadang suara kalbumu lebih nyata dari suara di sekelilingmu. Lalu bagaimana dengan zat metafisik ini?

Ingin bersikap adil, finally you decide to give the same chance to this question,"Ya Tuhan...?"


Lalu ketika Ia menjawabmu, kamu tercekat,
ya, hidup tak sekadar remeh temeh, tak hanya menghabiskan waktu sembari menunggu mati lalu syukur-syukur jadi orang sukses

Lalu apakah tujuan hidup adalah hidup itu sendiri?

http://1.bp.blogspot.com/-0_gnA1H8E1M/UEfNIMlEaHI/AAAAAAAAA8o/uQt8ps6-ju8/s1600/268763_347000008715000_313311710_n.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-0_gnA1H8E1M/UEfNIMlEaHI/
AAAAAAAAA8o/uQt8ps6-ju8/s1600/268763_347000008715000_313311710_n.jpg

Kamu tahu bukan itu, ada sesuatu setelah itu 
Yang lebih nyata, tetapi terlupakan,


olehmu, oleh semua orang

dan dunia telah berkembang biak dalam kefanaan, menjauhi kenyataan yang hakiki, muhehe
melebih yang bisa kamu atasi
karena terlalu banyak kesalahpahaman, terlalu banyak yang beralih makna

chaos

chaos

chaos

Kamu hanya berharap diampuni atas segala kesalahan dan kesalahpahaman yang kamu lakukan di dunia selama ini,
dan mulai mengorientasikan diri pada tujuan yang telah diberikanNya.
Kemudian, somehow kamu merasa takut untuk melangkah kembali di dunia ini, takut kembali terjebak dalam kesalahpahaman

Maka jangan heran ketika kamu mendapati dirimu akhirnya mempertanyakan lagi setiap hal di dunia ini.

The true meaning of every single thing,
The reason, why?

Lalu kamu akhirnya yakin sepenuhnya bahwa tak ada satu hal pun di dunia ini yang merupakan sebuah kebetulan. 
Semua punya maksud dan fungsinya masing-masing


kemudian segala hal menjadi terang, jelas, dan sangat mudah dipahami
Yang benar, yang salah
Yang di permukaan, yang di kedalaman

Kamu pun tidak pernah merasa lebih bersyukur dari saat itu,
dan kamu terus berdoa agar Ia terus menjagamu



https://2.bp.blogspot.com/-7ry-90omwjY/V14UB4IOdkI/AAAAAAAAGEU/uWmdTLLvzaoPc-Uq7AKCUjiyH3tx8HpTACLcB/s1600/Berdoalah%2BPada%2BWaktu%2BIni%252C%2BNiscaya%2BTerkabul.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-7ry-90omwjY/V14UB4IOdkI/
AAAAAAAAGEU/uWmdTLLvzaoPc-Uq7AKCUjiyH3tx8HpTACLcB/s1600/
Berdoalah%2BPada%2BWaktu%2BIni%252C%2BNiscaya%2BTerkabul.jpg


Al Fatihah




Have a nive day :)

*and pardon me, untuk kamu yang terPHP post di bawah ini :")

Popular Posts

Pengikut

INSTAGRAM