Kamis, 15 Mei 2014

Menjajah Madura: Jalan-Jalan di Pulau Seribu Masjid #2

Hai teman, kita ketemu lagi. Maaf ya, updatenya lama :D
Setelah keluar dari Suramadu (#1), akhirnya kami sampai di Madura. Yeay! Finally xD

Waktu itu kami disambut sebuah jalan panjang dengan hutan di kedua sisi. Penerangan kami dapat dari lampu jalan berwarna putih yang berjajar rapi di sepanjang jalan. Waktu itu cuaca berkabut dan ketika lewat jalan itu, rasanya seperti sedang masuk ke sebuah lorong yang panjaaang sekali. Aku gak yakin kamu paham atau tidak dengan deskripsiku. Hal-hal seperti ini memang harus dialami sendiri. Go and see by yourself! :)

Sebelum melanjutkan perjalanan, kami singgah dulu di sebuah masjid untuk melaksanakan salat subuh. Perlu kamu ketahui, masjid-masjid di Madura akan membuatmu takjub. Ukurannya besar dan desainnya cantik, dan jumlahnya... beuh! banyak banget, dan itu udah kayak dimana-mana ada masjid, bahkan di kampung-kampungnya. Kamu gak akan pernah kesusahan cari tempat salat kalau ke Madura :)


Mustaka salah satu masjid di Madura,
yang besar dari sekian banyak yang besar
April, 2014 by Hanifah Sausan

Hal lain yang menarik dari Madura adalah papan-papan bertuliskan Asmaul Khusna dan nasihat-nasihat Islami yang dipasang di sepanjang jalan. Gak ada pilihan lain buatmu selain untuk ingat Allah begitu kamu masuk Madura. Tak heran, orang-orang Madura pada rajin naik haji.

Hari mulai terang dan kami kembali disambut panorama alam yang woooow. Matahari terbit dengan warna kemerahan dan ukuran yang besar. Rasanya mirip dengan bulan purnama semalam. Tanah Madura yang banyak ditutupi sawah dan sabana-sabana mini menyerbakkan aroma segar yang tak ayal membuat kita ingin membuka jendela mobil, memejamkan mata dan merasakan angin yang berembus sambil tersenyum ^^

Mulai bergerak ke pesisir, giliran pemandangan laut yang memanjakan mata. Laut Madura gak kalah keren dari laut-laut Bali. Keindahannya tetap memukau :D

Pesisir Madura
April, 2014 by Hanifah Sausan
Semacam tempat untuk menangkap ikan
April, 2014 by Hanifah Sausan

Selain pemandangan laut, aku juga lihat pemandangan darat yang 'sosial' banget: pasar. Yup, market. Traditional market, especially. Pasar-pasar di Madura rame, sampai tumpah-tumpah ke jalan raya. Kata bulekku, orang-orang Madura pada rajin jual hasil bumi mereka ke pasar. Hasilnya? Tentu saja ditabung buat naik haji X)

Sesungguhnya aku agak kaget melihat pasar dan juga kapal-kapal yang ditambatin para nelayan di pesisir. I mean, they sail and sell. Jadi mereka gak cuma bikin sate aja


Eh, ini hadiah dari main-main di Google, perahu kacik khas madura yang cantik:

Madura, boat, 1988 by Elios Amati

When will I arrive in my uncle's place? Tunggu 'Menjajah Madura: Jalan-Jalan di Pulau Seribu Masjid' selanjutnyaaa~ :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar