Selasa, 25 Maret 2014

[Trailer] 3600 Detik


"3600 Detik" adalah sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel karya Charon dengan judul yang sama. Novelnya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada Mei 2008 sebagai novel teen-lit dan telah menjadi novel best seller.


 Aku adalah salah satu orang yang sudah pernah baca novelnya, dan seingatku, aku cukup terkesan dengan apa yang disajikan oleh Charon, si penulis. Namun, karena sudah lama sekali, jujur, aku gak terlalu ingat jalan ceritanya, hehe :D

Tapi gak papa deh. Nanti malah aku jadi spoiler ke kalian XD

Film yang dibintangi oleh Stefan William, Shae, dan Wulan Guritno ini diproduksi oleh Starvision dan disutradarai oleh Nayato Fio Nuala. Untuk kalian yang ingin nonton Mas Stefan (XD), atau seperti aku yang penasaran dengan hasil adaptasi novelnya, film ini akan diputar di bioskop mulai 3 April 2014 :)

Maju terus perfilman Indonesia! :D

Sabtu, 22 Maret 2014

[MV] 홍대광 (Hong Dae Kwang) - 고마워 내사랑 (Thank You My Love)

This song has made my day!! :DDD


But seriously, why is the ending like that? T^T
Mmm... I guess it will be continued on the next Hong Dae Kwang's next MV! #patient u,u

Download his album here! ^^

Senin, 17 Maret 2014

Dea's Birthday

Lima hari yang lalu, tepatnya tanggal 12 Maret 2014, Rachma Adelia, teman sekelasku, berulang tahun yang ke-17! Yeeee!! :DDD

Ya, dia memang sangat muda untuk ukuran SMA kelas 3. Itu karena semasa SMP dia ikut kelas akselerasi. Katanya, dia bahagia banget sudah mencapai usia 17 tahun. Dia ingin buru-buru bikin KTP dan bikin SIM. Ya ya, good for you, De :)

Berkat ulang tahun Dea ini, semua anak IPA 3 ditraktir mancing dan makan di pemancingan milik ortu Dea. Sayangnya, tidak semua bisa hadir karena ada keperluan pribadi. But still, we have a lot of fun :DDD

Rumah merangkap pemancingan ortunya Dea ini lokasinya di Mungkid. Tempatnya cukup luas dan asyik. Pemancingan ini gak komersil, tapi justru itu yang membuat pelanggan terus berdatangan.

Sesampainya di sana, yang cowok" pastinya langsung pada mancing, yang cewek" pada duduk" sambil ketawa-ketiwi ngetawain yang cowok XD.
  Ternyata anak" IPA 3 pada pinter mancing loh. 

Sihu with his Lele
Johne with his Lele
Ghani with his Baby Lobster
Melihat itu, aku jadi pingin. Akhirnya aku mencoba buat mancing untuk pertama kalinya, dan ternyata memang tidak segampang kelihatannya. Kita harus sabar nungguin ikan terpancing umpan kita. Setelah berkali-kali pindah tempat, akhirnya aku dapat satu! XDD

Me with my Lele

Akan tetapi, saya mematahkan pancingannya Dea.....


Tapi kata Dea, "Halah, rapapa. Biar jadi kenangan to fik? :D"

Ah, Dea.. Gue suka gaya loh! XD

Setelah asyik mancing, gadis-gadis IPA 3 mulai sibuk ke dapur buat masak lele (baca: nonton karyawannya). Lelenya diungkep bumbu, lalu digoreng. Kemudian, dibakar dengan bumbu manis. Setelah itu, dimakan! Hahaha XD

Sayangnya, hari itu saya lagi puasa... I looked quite miserable that day #sigh
But then, Dea packed me a portion to be taken home (and it's very delicious ^^)
Muuchuw, De :D

Sebelum pulang, kita semua foto-foto di sekitar kolam benih. (Dea pakai celana training biru)


 
 
 

Diam-diam kita sekongkol mau ngerjain Dea. Sembari berfoto ria, kita pepet-pepet tuh Dea. Lalu, saat peluang datang... 


Hahaha XDDDD

Dea cukup dongkol dan langsung mencipratkan air begitu sadar kalau dia dijorokkin. Kita semua langsung lari. Dea semakin dongkol dan ngejar Sihu sambil bawa balok kayu buat dilemparin XD
Tapi gak kena-kena XDD

Dea.. Dea.. Do you know that you're so funny? XDDD

Happy birthday, ya! ^^
Aku berharap semua yang terbaik untukmu.
Love you~ :DDD

Minggu, 16 Maret 2014

Over Her Head: The Exotism of a Calm Girl

 H-29 UN 
So, this is what I'd promised a week ago :D

Ketika tahu bahwa tugas akhir mapel seni rupa Smansa adalah melukis, aku langsung seneng banget. Rasanya exited pas lihat kakak kelas nenteng-nenteng kanvas, terus mencium bau cat minyak yang khas. Aku kemudian berandai-andai tentang apa yang akan kulukis nanti. Namun, hingga dua tahun lebih berlalu, aku tak juga menemukan sesuatu yang menarik. Bahkan, hingga hari H, saat proyek tugas akhir ini dimulai.

Sebagai orang yang suka seni dan pernah melukis seenggaknya sekali, aku pingin banget bikin lukisan yang artistik dan menunjukkan ekspresi diriku. Tantangan pribadi ini ditambah dengan kehadiran orang-orang di kelasku yang benar-benar dianugerahi tangan artist seperti Amyda dan Ghani, membuatku menjadi semakin terdorong untuk membuat lukisan yang bagus. 

Namun, ya itu, aku cuma gak tahu harus melukis apa. Selama pelajaran aku mondar mandir ke sana ke mari sambil minder karena yang lain udah ada yang mulai gambar. Arrgh! So frustating!

Hingga akhirnya, inspirasi itu datang sekitar lima belas menit sebelum pelajaran usai. Langsung deh,  kubuat konsepnya dan langsung kugambar di atas kanvas. Uyeah! XD Finally!

Hari-hari selanjutnya kuisi dengan melukis dan melukis. Moodku sempat naik turun, terutama waktu pertama kali dilukis. Hasilnya ancur banget. Akan tetapi, moodku balik lagi waktu aku mengulang kenangan masa SMP, yaitu melukis bersama di sekolah. Yups, sepulang sekolah, IPA 3 rame-rame gelongsotan di lantai kelas terus pada ngelukis lukisan masing-masing XD 
Asyik banget. Banyak hal lucu terjadi selama proses ini.

Setelah beberapa hari berlalu, akhirnya, lukisan ini selesai. Tepatnya pada Kamis, 21 November 2013. (It was so fast, I thought it was going to be about a week)



Over Her Head: The Exotism of a Calm Girl
Oil on Canvas
12" x 16"

Aku cukup surprised dengan hasilnya. Jujur, lukisan ini aku banget (which means: I love it!), tapi aku gak pernah tahu sebelumnya kalau style-ku itu seperti ini. Hehe.. :D
Since I don't know what kind of genre it belongs to, if you know, please tell me :)

Yang lucu adalah, teman-temenku banyak yang gak tahu kalau itu gambar kepala seorang gadis. Mereka kira itu pot atau semacam vas bunga --________--

Atau mungkin Anda juga sempat berpikiran seperti itu? 

--,--


Haha, no I'm just kidding XD

Once again, I experienced the joy of painting. For you who haven't tried, TRY! :DDD

Jumat, 14 Maret 2014

[CF] 140313 SPAO For Men French Coat - Kyuhyun Siwon Eunhyuk


This - is - hilarious.

New Face of the Blog

Some of you who always checking up this blog must be realized about the change of the blog.
Yeah, I made some new adjustments :D

I change the header, change the post title fonts, change the color... etc etc etc

:D

Maybe it's doesn't look that amazing, but I'm glad that I change it (OMG, I'd been planning to do it like years ago.)

Happy Blogging ^^

New Hobby: Checking Out Popular Old Post

Beberapa bulan yang lalu, sejak aku mulai rajin ngeblog lagi, aku punya kebiasaan baru untuk selalu ngecek statistik Post setiap kali aku buka blogger.com. Aku selalu menemukan beberapa post lama yang nangkring di situ. 

Kebanyakan dari mereka sudah kulupakan judulnya. Kebanyakan dari mereka juga sudah kulupakan isinya. Sampai-sampai, "Ho? Dulu aku pernah nulis ini to?"

Hahaha
Kalo dipikir-pikir lucu juga :D

Setelah reread post ini dan post itu, ternyata post-post lamaku itu ancur banget bahasanya XD
Akan tetapi, dari segi konten, menurutku mereka lebih fun and fresh

dan aku merasa semakin tuat dan semakin serius...

But, I guess that's not a bad thing, hehe :D 
People change, and one day I might be surprised again by things that I wrote today.

Happy Blogging ^^

Selasa, 11 Maret 2014

Tips Memilih Jurusan: IPA atau IPS?

Kalian siswa kelas X SMA? 
Sudah mulai mikirin penjurusan? 
Bingung mau milih mana antara IPA dan IPS?

Jangan risau~
Kenapa? 
Karena teman kalian banyak XD hehehe


Eh, serius lho. Bahkan dulu aku juga galau. Banget. 
Di Twitter, kemarin, "Jurusan IPA" sempat menjadi trending topic. Rata-rata mereka yang membicarakan topik ini mengeluh soal kebingungan mereka dalam memilih jurusan peminatan di SMA.
See? Problem-problem seperti ini sebenarnya wajar terjadi, terlebih karena ini menyangkut masa depan kalian. So, don't freakin' out and calm down. OK? :)
I'll tell some things that might help you decide which one is right for you.

Adik-adik yang masih SMP atau teman-teman kelas XI XII yang kebetulan mampir juga dipersilahkan untuk merapat, ya. Info ini sangat penting bagi masa depan kalian n,n

Nah, sebelum masuk ke bahasan pemilihan jurusan, terlebih dahulu akan aku sampaikan sistem penggolongan jurusan yang dianut Indonesia. (Biasanya anak-anak kelas X masih banyak yang awam soal beginian).

Di tingkat perguruan tinggi, seluruh jurusan umumnya digolongkan ke dalam dua rumpun, yaitu IPA (Eksakta) dan IPS (Noneksakta). Contoh jurusan IPA adalah Teknik, Kedokteran, Astronomi, Ilmu Komputer, Geografi, Geologi, dll. Sedangkan contoh jurusan IPS adalah Sosiologi, Ekonomi, Akuntansi, Bahasa, Seni, dll. (bisa cek sendiri ke Mbah Google)

Ketika kita akan melanjutkan ke perguruan tinggi nasional (PTN), kita diwajibkan mengikuti jalur-jalur penerimaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah:
  1. SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional, tahun lalu disebut sebagai Jalur Undangan. Mengapa disebut demikian? Karena bila kita menempuh jalur ini, kita tidak akan dites dan tidak akan dipungut biaya apa pun alias gratis. Pertimbangan penerimaan siswa didasarkan atas nilai rapor SMA semester 1 hingga semester 5 dan piagam prestasi. Beberapa tahun lalu, hanya siswa peringkat atas saja yang bisa mengikuti jalur ini. Namun, sejak tahun lalu, semua siswa diperbolehkan mengikuti jalur undangan :D
    Di jalur ini, siswa diperbolehkan untuk lintas jurusan (memilih rumpun jurusan PTN yang tidak sama dengan jurusan yang diambil semasa SMA).
  2. SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional, tahun lalu masih disebut SNMPTN. Jalur ini disebut juga Jalur Tes Tertulis. Formulir pendaftarannya harus dibeli. Pelaksanaan SBMTN adalah setelah SNMPTN. Jadi, siswa yang tidak lolos SNMPTN, selanjutnya dapat mendaftarkan diri melalui SBMPTN.
    Tes tertulis dibagi menjadi tiga; kelompok IPA (untuk siswa IPA yang mendaftar ke jurusan IPA), kelompok IPS (untuk siswa IPS yang mendaftar ke jurusan IPS), dan IPC (campuran) (untuk siswa yang ingin lintas jurusan, materi tes adalah materi IPA dan IPS).
  3. UMPTN atau Ujian Mandiri Perguruan Tinggi (sering disingkat UM saja) adalah ujian masuk yang diselenggarakan sendiri oleh masing-masing PTN (misal: SIMAK UI). Pelaksanaannya setelah SBMPTN. Jadi, siswa yang tidak lolos SBMPTN, selanjutnya dapat mendaftarkan diri melalui UMPTN. Biaya pendaftaran lebih besar.
(untuk yang lebih lengkap, bisa dilihat di sini)

Mengapa saya jelaskan hal-hal di atas terlebih dahulu? Alasannya tak lain adalah karena saya ingin kalian tahu bahwa pilihan kalian saat ini akan sangat berpengaruh terhadap karir pendidikan kalian nanti. Usahakan jangan lintas jurusan, karena melintasi jurusan itu merepotkan sekali.

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, jurusan-jurusan di PT sudah digolongkan sesuai jurusan di SMA, sehingga apa yang dipelajari di SMA adalah dasar pembelajaran di PT. Lha kalo lintas jurusan?
  1. Untuk apa DUA TAHUN belajar fisika, kimia , biologi, kalau akhirnya kuliah Akuntansi?
  2. Sedangkan yang dari IPS ingin ke IPA (jarang ada) harus mengejar ketertinggalan selama dua tahun itu dan menyesali pilihannya dulu.
  3. Di lain pihak, anak IPA yang lintas jurusan tak jarang mendapat respon negatif dari anak IPS. Ya, siapa yang tidak risau kalau saingannya bertambah? Apalagi kenyataannya memang mudah bagi anak IPA untuk lintas jurusan, sedangkan sebaliknya tidak. Hal ini pun sering menjadi problem angkatan dan menyebabkan konflik antarjurusan.
Repot, kan?
 
Untuk itu, supaya nanti kalian tidak salah jurusan, sebaiknya kamu pertimbangkan dulu hal-hal berikut ini:
  1. Passion dan Cita-Cita
         Aku termasuk pemegang teguh prinsip "hidup bahagia dengan mengerjakan hal-hal yang kita senangi". Sesungguhnya hal ini sudah kita pelajari sejak kecil di mana kita cendenrung malas atau enggan mengerjakan sesuatu yang tidak kita sukai meskipun itu gampang. Sayangnya, banyak orang yang tidak menerapkan hal ini untuk perkara-perkara besar dalam hidupnya. Kebanyakan orang melihat prospek atau peluang kesuksesan saja. Padahal, sukses belum tentu bahagia. Bahkan, sebelum sampai pada kesuksesan, apa kita tahan melakukan sesuatu yang nggak kita banget? Dan apakah kita bisa yakin untuk berhasil? Saya rasa tidak.
         So, mulai sekarang, tentukan apa yang ingin kita lakukan di masa depan.
  2. Asas Ketuhanan dan Kemanusiaan
         Setelah kita tahu apa yang ingin kita lakukan, kita pikir-pikir lagi. Jangan sampai keinginan kita bertentangan dengan prinsip agama yang kita anut. Pikirkan juga, seberapa besar keinginan kita ini akan berdampak positif terhadap masyarakat. Semakin berdampak positif, otomatis semakin mulia di mata Tuhan, otomatis pula, semakin senang Tuhan membantu kita dalam meraih cita-cita tersebut :D
  3. Kesesuaian dengan Jurusan di PT dan Jurusan di SMA
         Kita harus cermat dalam mengenali spesifikasi keinginan atau cita-cita kita. Misalnya saya sendiri. Saya suka arsitektur dan desain interior yang berhubungan satu sama lain, tapi kemudian saya jadi bingung karena ternyata keduanya ada di rumpun jurusan yang berbeda (Arsitektur-IPA, Desain Interior-IPS) dan saya harus memilih salah satu. Akhirnya, saya pilih arsitektur karena lebih vital dan juga karena desain interior menurut saya, bisa dipelajari sendiri. Setelah mengerti hal itu, saya pun memilih untuk masuk IPA di SMA.
         Penting sekali bagi kita untuk melakukan riset terlebih dahulu tentang jurusan PT sebelum memilih jurusan di SMA. Jangan sampai cita-cita kita jadi ahli geografi harus dikejar jauh lebih keras karena kita kesasar di IPS gara-gara kita gak tahu kalau geografi itu masuk rumpun IPA.
  4. Restu Orang Tua
         Rasanya hal ini sudah tidak perlu saya jelaskan lagi.
Setelah memperhatikan hal-hal di atas, biasanya kita masih juga menghadapi berbagai macam kendala, (menurut pengalaman saya) antara lain:
  1. Tidak Direstui Orang Tua
         Meski restu orang tua itu penting, terkadang hal ini pula yang menjadi penghalang cita-cita beberapa dari kita. Biasanya kasus ini dialami anak-anak yang tulus sepenuh hati ingin masuk IPS. Umumnya orang tua mereka gengsi karena terjebak pada pemikiran bahwa anak-anak IPS adalah buangan anak IPA. Namun, tak sedikit juga yang karena ingin anaknya nanti lebih leluasa dalam memilih jurusan di PT kalau masuk IPA.
         Cara satu-satunya untuk mengatasi hal ini adalah dengan bicara pada mereka. Hati ke hati. Beri mereka pengertian bahwa ini adalah kenginan hatimu yang paling dalam. Sampaikan pada mereka bahwa kamu memang sudah menemukan apa yang ingin kamu lakukan dan bahwa kamu berhak untuk memilih jalan hidupmu sendiri. Sampaikan dengan lembut dan penuh kasih sayang serta tunjukkan bahwa tindakanmu ini tidak dimaksudkan untuk mendurhakai mereka.
         Kalau kamu takut, kamu bisa minta bantuan orang terdekat atau orang yang dipercaya orang tuamu untuk bicara pada mereka. Pesanku: jangan menyerah sebelum mencoba karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kalau gagal, coba lagi :)
  2. Belum Tahu Inginnya Apa
         Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia itu bermacam-macam jenisnya dan sebagian dari mereka ada yang masih belum mengetahui passion dan cita-cita mereka. Untuk kamu yang mengalami hal ini, jangan takut. Kamu hanya belum menemukannya saja. Coba ceritakan hal ini ke orang-orang terdekat, seperti orang tua, saudara, atau sahabat. Mereka yang hampir setiap hari bersamamu ini mungkin bisa membantumu dalam menemukan minatmu. Siapa tahu, sebenarnya kamu sudah punya minat tapi tidak sadar kalau sudah punya.
         Kalau masih belum tahu, bisa ikut tes minat dan bakat.
         Kalau kamu ingin menemukannya sambil jalan, lebih baik masuk jurusan IPA yang nantinya bisa lebih fleksibel. Tapi cepat-cepat dicari ya, keinginanmu. Menunda-nunda itu tidak baik.
         Kalau kamu benar-benar tidak tahu, dan kamu pasrah-pasrah saja, menuruti keinginan orang tua juga tidak ada salahnya :)
  3. Gengsi Masuk IPS (Pribadi)
         Mungkin ada di antara kalian yang malu pada teman sepermainan kalian karena memilih jurusan IPS. Pesan saya: Gak perlu malu karena tidak ada hal yang harus dipermalukan. Juga, jangan mudah terpengaruh orang lain. Ini hidupmu.
         Kata Pak Mario Teguh : "Jangan menuruti pendapat orang lain yang tidak ada hubungannya dengan masa depanmu. Bukan mereka yang akan bertangung jawab kalau kamu gagal.
  4. Takut Masuk IPA
         Believe me, setiap anak IPA pasti takut masuk IPA. And believe me, IPA tidak separah itu :D Bahkan kami ini malas kalau disuruh belajar IPA XD
         Intinya: di mana pun kamu berada, yang namanya murid sekolah itu ya sama saja =P
  5. Galau Aja
         Kalau kamu mengalami ini, itu artinya, sebenarnya kamu itu sudah tahu maunya apa tapi pendirianmu tidak kuat, sehingga kamu menjadi yakin gak yakin.
         Jangan coba-coba masuk IPA biar gampang daftar kuliahnya kalau kamu sesungguhnya sudah tahu bahwa kamu ingin masuk HI. Don't waste your time. Please.
Nah, bagaimana ulasannya? Semoga bermanfaat, ya ^^

Nanti, setelah kamu sudah memantapkan pilihan, yang bisa kamu lakukan hanyalah berusaha dan berdoa semaksimal mungkin. Bila keinginanmu tidak tercapai, jangan terlalu bersedih, apalagi menyalahkan Tuhan karena telah memilihkan jalan yang berbeda.

Percayalah, meski ini hidupmu, Tuhan punya andil yang lebih besar dalam menentukan kebahagiaan yang terbaik untukmu :)

Minggu, 09 Maret 2014

Proyek Melukis #5

Ada yang masih ingat tentang proyek melukisku pas zaman SMP? Nggak? Oh, jangan risau :) Ini, saya ingatkan: Proyek Melukis #1, #2, #3, #4

Kalau kalian masih ingat, aku waktu itu belum pernah ngepost hasil akhir dari lukisan itu. Apakah saya akan mengeposnya sekarang? Pinginnya sih iya, tapi setelah saya cek ternyata saya gak sempat foto lukisan itu waktu udah jadi ---_____---

Alhamdulillah (?) aku sempat foto lukisan itu waktu masih 90% completed. Jelek sih menurutku :p
Ini dia:


Jelek, kan? Wekekekek~ XD

Ajaibnya, lukisan ini sempat dipajang sama Pak Santo di gedung perpustakaan SMP. Gubrak sekali laaah~
Akan tetapi, lukisan itu sekarang sudah dicopot dan disimpan di mana saya tidak tahu... u,u 
Tadinya, saya ingin sekali membawanya pulang, tapi setelah tiga tahun berlalu, akhirnya saya sudah bisa mengikhlaskannya... #apadeh

Pengalaman pertama melukis ini membuat saya berpendapat bahwa ternyata melukis itu asyik banget :D Asal kita ada kemauan, even if you're not good at art, you will make it. Trust me :)

Itulah mengapa aku seneng banget waktu tahu tugas akhir seni rupa di Smansa adalah melukis. Haha ^^

Penasaran? Tunggu post selanjutnyaaaaaa :DDD

Jumat, 07 Maret 2014

[MV] CNBLUE - "Can't Stop"

 

Really great song! And many people had already said so :)
I do recommend you to look for the mini album also :D

Good luck for CNBLUE! ^^

Kamis, 06 Maret 2014

"A Girl and the Lion Cub" by AAD

 
An artwork from a friend of mine, Amyda. She made it as a portfolio to apply for the Communication & Visual Design Department. It's amazing. I hope she can make it.

Sabtu, 01 Maret 2014

One BIG Step Toward My Dream

I've applied for ITB.


Ini adalah keputusan yang cukup sulit kuambil, meskipun ITB sudah menjadi PTN impianku sejak dulu.

Keinginanku menjadi seorang arsitek sempat goyah karena pengaruh-pengaruh dari orang lain. Banyak yang bilang kalau profesi ini kurang menjanjikan dan lain sebagainya. Di samping itu, aku sempat galau karena kepincut dengan desain interior. Aku sempat berpikir untuk pindah haluan. Namun, kemudian, bapak bilang, "Kalau kamu ambil arsitektur, kamu bisa membantu lebih banyak orang ketimbang kalau kamu ambil desain interior,".

Mendengar itu, aku akhirnya mantap ambil arsitektur. Setiap kali aku goyah atau galau, aku selalu mengingatkan diriku kembali tentang betapa inginnya diriku untuk belajar membangun rumah dan betapa aku sangat menggemari hal-hal berbau arsitektur. Beruntung, aku memiliki teman-teman yang senantiasa memotivasiku dan mendukung pilihanku ini.

Setelah yakin dengan jurusan, kini giliran aku galau mengenai PTN. Awalnya aku harus mengurungkan niat untuk masuk ITB karena ibu menghendaki aku kuliah di Jogja yang dekat dari Magelang. Ibu khawatir tidak bisa membiayai kehidupanku di Bandung kalau aku kuliah di ITB. Beliau juga khawatir tidak bisa sering menjengukku lantaran jarak yang jauh dan biaya perjalanan yang mahal.

Tadinya aku kurang terima, tapi aku mulai memikirkan orang tuaku yang sudah berumur, keduanya telah berusia lebih dari setengah abad. Meninggalkan mereka untuk Bandung tentu menjadi hal yang berat nantinya bagiku. Dengan pemikiran itu, akhirnya aku bisa menerima keinginan ibu.

Namun, teman-temanku yang hendak mengambil jurusan yang sama denganku cukup banyak untuk ukuran SNMPTN, 3 orang, dan mereka semua hendak mendaftar ke UGM juga. Ndilalah nilaiku paling tinggi di antara kami. Mereka pun membujuk dan menyarankanku untuk mendaftar ke ITB, sekaligus untuk memperbesar peluang mereka diterima di UGM. 

Aku mengerti hati mereka yang galau karena takut tidak diterima bila kami berempat benar-benar mendaftar untuk jurusan yang sama. Maka, aku membujuk ibuku kembali. Ajaibnya, beliau melunak, meski terpaksa. Namun, setelah itu, gilliranku yang takut karena memikirkan segala hal yang mungkin terjadi kalau aku mendaftar untuk ITB. Kemungkinan tidak lolos lebih besar dari pada jika ku mendaftar untuk UGM. Kalau lolos, aku masih harus menjalani tahun pertama dengan mempelajari sains umum juga unjian penjurusan. Kalau tidak lolos lagi, aku harus menjalani tahun-tahun selaknjutnya dengan belajar planologi yang jelas-jelas berbeda dengan arsitektur. Semua itu jauh lebih ribet dan menakutkan dari pada jika aku mendaftar untuk UGM.

Namun, keinginan untuk menuntut ilmu di ITB masih kuat, dan beruntung aku punya mas tiri yang baik hati. Beliau memotivasiku dan bersedia membiayai sekolahku juga kehidupanku di Bandung . Orang tuaku pun akhirnya setuju aku mendaftar ke ITB. Alhamdulillah.

Malam tadi, meski dengan ketakutan yang besar, aku mendaftarkan diri ke ITB di jalur SNMPTN, tanpa pilihan kedua. Aku nekat mantep-mantepan. Semoga keterima. Kalau tidak keterima, aku akan ikut SBMPTN dan mendaftar untuk UGM dan UNDIP.

Hah, bismillah.
Aku mohon doa kalian semua. Semoga aku mendapatkan semua yang terbaik untukku.
Amin.

Terima kasih, kawan :)