Jumat, 18 April 2014

After UN: I'm Still Alive

Ujian sekolah sudah selesaiiiiii! U-Yeah! X)))

Mungkin kalian sudah dengar tentang soal UN tahun ini yang tingkat kesulitannya lebih tinggi dari pada tahun-tahun sebelumnya. Aku sebagai peserta UN mengakui hal tersebut. 

 UN 2014 Sulit : Confirmed! 

Sebenarnya, jauh sebelum UN kami sudah dengar tentang soal UN 2014 yang akan disisipi soal-soal bersifat prediktif alias tipe-tipe soal SBMPTN lantaran nilai UN akan digunakan dalam penilaian kelulusan SNMPTN. Namun, entah kami yang lupa atau berniat melupakan, kami cuma belajar materi-materi UN tahun lalu dan soal-soal prediksi yang mengacu pada soal UN tahun lalu.

Walhasil, Selasa lalu saat mengerjakan soal matematika:    O.O  

para pembuat soal

Soal kimia dan fisika juga mengalami peningkatan kesulitan terutama di soal-soal teori. Padahal, soal teori di UN kali ini jumlahnya cukup banyak. -_____-

Yang menarik adalah meskipun awalnya kukira aku akan panik dengan semua ini, ternyata setelah dijalani rasanya biasa saja. Sempat sih, takut kalau banyak salah dalam mengerjakan, tapi ya sudahlah, lupakan saja. Toh, aku sudah berusaha semampuku. Biar nanti Allah yang menentukan apakah aku pantas atau tidak.


Salah satu vitaminku dalam menjalani UN, selain orang tua, adik, kerabat, dan mimpi-mimpiku adalah sebuah pesan ampuh dari Pak Dul, tukang ojek langganan keluargaku. Ini dia pesan yang beliau kirim hari Minggu lalu:

Sya hanya bisa berdoa dari jauh, agar kamu bisa mengerjakan un.besok spai hri rabo.kamu jangan kecil hati besarkan hatimu agar tercapai cita2 mu.semga rahmad dan hidayah dari allah di limpahkan untuk kamu.hanya itu pesanku dari p.dul.trimakasih.


Semoga Allah senantiasa menjaganya dan melimpahkan banyak berkah bagi keluarganya. Amin.

Bye bye UN! :D

Minggu, 13 April 2014

H-1 Ujian Nasional

You know what, after all the things I've been through, all I can say is: "Time goes so fast!"

Salah satu foto XII IPA 3 untuk buku alumni Smansa63.

Aku masih ingat saat pertama kali countdown UN bersama IPA 3. Waktu itu masih H-93. Tanpa terasa besok sudah mau UN! #aaaaaaaa

No, no.. I can not be panicked. Again..

Yeah, malam Jum'at lalu aku merasa sangat galau dan risau gara-gara memikirkan yang enggak-enggak tentang UN. Aku takut blank dan semua jadi kacau. Believe me, perasaan itu sungguh sangat menjengkelkan. It was like you know that you'll be okay but you can't help to think of those negative thoughts. So frustrating.

Esoknya, SMANSA mengadakan doa bersama. Usai acara, kita semua maaf-maafan di aula dan perasaan itu meledak begitu saja. Rasa galau semalam bercampur dengan rasa haru karena sebentar lagi akan berpisah dengan teman-teman sukses membuatku nangis sesenggukan. Sempat sih, merasa alay, tapi setelah itu hatiku jadi PLONG!

Alhamdulillah sekali, aku bisa terlepas dari belenggu galau itu.

Tip untuk kalian supaya tidak panik: "Ingatlah selalu Tuhanmu."

Wish me luck guys!
Semangat untuk kita semua! :DDD

Senin, 07 April 2014

Pemilu 2014: Transformasi Kepemimpinan Indonesia


Rabu, 9 April 2014 nanti seluruh masyarakat Indonesia yang telah memiliki hak pilih akan mengikuti pemilu legislatif untuk memilih wakil rakyat di DPR dan DPD. Pelaksanaan tinggal dua hari lagi, tapi saya yakin masyik banyak orang yang belum tahu mau milih siapa.

Bisa dibilang, sulit untuk "kenal" dengan caleg-caleg kita ini. Pihak KPU hanya menyediakan biodata dasar, sedangkan mencari rekam jejak mereka sangatlah sulit, bahkan di internet sekalipun. Alhasil, kita cuma bisa mengandalkan informasi dari orang-orang sekitar, itu pun kalau mereka juga paham.

Tidak heran, banyak dari kita yang golput. Selain karena alasan di atas, mungkin juga karena kita sudah eneg melihat politikus Indonesia yang lebih banyak ngawurnya dari pada benarnya. Media masa dan media sosial dijadikan ajang promosi besar-besaran, yang jujur saja kurang bisa menarik simpati masyarakat, sedangkan di daerah, kampanye dilakukan dengan cara yang kurang santun dan kurang beradab seperti pawai dengan kendaraan bermotor yang 100% POLUTION dan pastinya membuat masyarakat dongkol setengah mati (cek post di blog Anin).

Namun teman, seburuk apa pun situasi politik Indonesia, kita harus nyoblos karena sebanyak apa pun politikus yang bobrok, masih ada politikus yang baik. Memang, sangat sulit untuk menemukan orang-orang ini, tapi asal kita objektif, jeli, dan menggunakan hati, kita pasti bisa menemukan mereka. Jangan golput karena suara kita sangat menentukan masa depan negeri kita tercinta.

Ayo! Masih belum terlambat untuk memutuskan. Untuk kamu yang masih bingung (tentang caleg maupun pemilu itu sendiri), berikut beberapa website yang mungkin bisa membantu kamu:
 Semangat teman, untuk Indonesia kita :)