Minggu, 31 Agustus 2014

Orang Tua Kepada Anaknya


Dulu, waktu aku masih kecil, waktu aku belum sadar besar cinta kedua orang tuaku, aku sering sedih bila berkunjung ke kerabat di desa yang sudah sepuh dan tinggal sendirian di rumah yang tua. "Mbah", begitulah aku menyapa mereka. Jalannya grumah grumuh, sudah sering lupa juga. Menurut Bapak, anak-anak mereka ada jauh di luar kota.

"Waw.. anaknya pasti kaya-kaya", pikirku. Kemudian, aku mengedarkan pendanganku ke sekeliling rumah Mbah dan yang kurasakan hanya miris. "Irikah Mbah pada anak-anaknya yang sudah kaya? Apakah ia marah pada mereka karena jarang berkunjung? Geramkah ia bila tak disantuni setiap bulan?"

Ya, itu pikiranku dulu. Bila kulihat lagi, diriku ini miskin pencerahan.

Kini, saat aku sudah agak besar, sudah mengicipi asam manis kehidupan, sudah mulai menyadari betapa besarnya cinta orang tuaku, aku kembali mengunjungi Mbah. Diriku tersentak dalam diam ketika obrolan-obrolan ringan mengudara. Mbah bercerita macam-macam, terutama tentang anak-anaknya di kota, yang sudah makmur, sudah punya cucu yang lucu, yang sayang pula pada Mbah, yang sering membawakannya beras, daging, dan sembako lainnya.

Orang tua, tak pernah iri pada anaknya, tak akan pernah. Orang tua akan lebih bahagia bila anaknya hidup lebih makmur walau hanya sedikit. Orang tua...

Kupandangi kedua orang tuaku. Kembali aku tertohok. Bagaimana aku, seorang anak kepada orang tua(ku)?


Tohokan di awal Syawal

Rabu, 20 Agustus 2014

Mahasiswa

oleh: Hanifah Sausan N

kungkungan tembok
energen dan air yang seharusnya panas
buku-buku yang berserak di segala penjuru

hambar
ngambang
sang pelahir tak lagi mengkoordinir
lalu sedikit sesal

tak apa!
tersenyum!

lalu berangkat ke peraduan
bertemu kawan
dan terinspirasi

hati berkobar
dan otak serta raga tak henti-hentinya bekerja
menjadi penjahat dari para penjahat


istilah penjahat dari para penjahat diambil dari blog "Gendon Racun"

Senin, 11 Agustus 2014

PENTINGNYA PPSMB


Halo teman-teman, apa kabar? Maaf lama tidak nongol :D 

Kali ini saya akan menjelaskan beberapa hal mengenai pentingnya P.P.S.M.B.!

Eh, PPSMB? Apa itu? Baru denger ih~

PPSMB adalah singkatan dari Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru. Gak tau juga? Alah, ospek, ospek... -___-  (Penulis tidak sante, padahal kemarin waktu pertama kali denger juga plolor). Tapi istilah ini hanya dipakai di UGM.

Kalau waktu SMP dan SMA namanya MOS, kalau pas kuliah, terutama di UGM, namanya PPSMB. Sesuai jenjangnya, tingkat kesulitan MOS semakin tinggi, apalagi PPSMB.

Ih, PPSMB wajib g sih kaaaak?

Wajib dong! Di UGM, PPSMB dijadikan syarat kelulusan.

Ih, gak mau ah, apa kerennya coba? Kan nanti kita cuma dibentak-bentak gitu, ih gak mau ah, sereeeem~

Eh, tidak boleh begitu sayangkuuuu u,u
Keberadaan PPSMB atau Ospek sangatlah penting. Kalau kata kakak tingkat, ini merupakan sesi pemanasan atau adaptasi dari dunia SMA ke dunia perkulihan yang jauh lebih sibuk dan melelahkan.

Selain hal tersebut, selama PPSMB atau Ospek kamu akan dibekali berbagai macam hal, seperti ilmu-ilmu mengenai univmu, kampusmu, tempat-tempat penting di sekitarnya, dan masih banyak lagi. Kamu nanti juga akan dibekali ilmu-ilmu soft skill (ranah kepribadian) supaya menjadi mahasiswa yang berkualitas, bermartabat, manusiawi, dan terampil!

-_-b

Lewat PPSMB, kamu nanti juga bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru! :D Siapa tahu nanti kamu dapat bribikan #eh :p
Pokoknya, semua hal tentang perkuliahan dibeberin di sini deh!
Untuk itu, PPSMB itu SANGAT PENTING, untuk diakan apalagi diikuti! :)

Keren sih kak..... tapi masih takuuut~ :333333

Takut apa sih dek? Kakaknya gak brakot kok.
PPSMB itu keren, dan g ada unsur penganiayaan. Santai ajaa~ :)
Memang sih, keras, tapi itu semua untuk kebaikan kita juga. Biar waktu kuliah enggak letoy :p
Kalau ada kakak-kakak yang bentak ya santai aja. Kalau mau nangis juga gpp :D (kayak dulu waktu penulis MOS SMA)

Yang pasti, kamu akan mendapatkan banyak pengetahuan, ilmu, teman-teman, kenalan, dan tentunya, pengalaman yang gak akan terlupakan :)